Pada kesempatan kali ini kami (Ahmad Royani dan Dwiki Renaldi) akan membahas masalah sosial tentang kenakalan remaja yang lebih memusatkan kepada masalah tentang membolos sekolah inilah hasil wawancara kali dengan narasumber.
Reporter : Apa saja yang mempengaruhi mereka melakukan tindakan bolos sekolah?
Narasumber : Faktornya bisa dari teman, lingkungan keluarga, lingkungan sekolah dan lain-lain.
Reporter : Hal apa saja yang dilakukan ketika membolos?
Narasumber : Yang dilakukan main dengan teman yang tidak sekolah juga.
Reporter : Dimana mereka biasa membolos?
Narasumber : Di warnet atau tempat yang biasa mereka berkumpul dengan teman-temannya.
Reporeter : Kapan saja mereka melakukan hal tersebut?
Narasumber : Ketika tidak mengerjakan tugas, mempunyai banyak masalah dan lain-lain.
Reporter : Mengapa membolos menjadi suatu kebiasaan dikalangan anak sekolah?
Narasumber : Karna pengaruh pergaulan dan juga kurangnya perhatian dari pihak keluarga.
Reporter : Bagaimana cara menyiasati supaya mereka tidak lagi membolos sekolah?
Narasumber : Cara menyiasatinya dengan cara memberi perhatian lebih supaya kejadian seperti ini tidak terulang lagi dan dapat diselesaikan.
Kesimpulan dari wawancara diatas kita harus memperbaiki siswa siswi kita dan memberikan perhatian dan kasih sayang kepada mereka agar masalah bolos membolos ini dapat teratasi dengan baik.
Minggu, 01 Desember 2013
Kamis, 17 Oktober 2013
Tugas 3
1. Pertumbuhan Penduduk
A. Pertumbuhan individu adalah Pertumbuhan adalah
berkaitan dengan masalah perubahan dalam besar, jumlah, ukuran atau dimensi
tingkat sel organ maupun individu yang bisa diukur dengan berat, ukuran
panjang, umur tulang dan keseimbangan metabolic (Soetjiningsih, 1988).Individu
berasal dari kata latin individuum yang artinya tidak terbagi. Individu
menekankan penyelidikan kepada kenyataan-kenyataan hidup yang istimewa dan
seberapa mempengaruhi kehidupan manusia (Abu Ahmadi, 1991: 23). berarti
pertumbuhan individu dapat diartikan perubahan jumlah, ukuran atau dimensi
makhluk-makhluk yang bermasyarakat.
B. a) Masa vital yaitu dari 0 sampai kira-kira 2 tahun
Pada masa vital ini individu menggunakan fungsi-fungsi biologis untuk menemukan berbagai hal dalam dunianya.
b) Masa estetik dari umur kira-kira 2 tahun sampai kira-kira 7 tahun
Masa ini dianggap sebagai masa pertumbuhan rasa keindahan. Sebenarnya kata estetik diartikan bahwa pada masa ini pertumbuhan anak yang terutama adalah fungsi pancaindera. Pada masa ini pula tampak munculnya gejala kenakalan yang umumnya terjadi antara umur 3 tahun sampai 5 tahun. Anak sering menentang kehendak orang tua, kadang-kadang menggunakan kata-kata kasar, dengan sengaja melanggar apa yang dilarang dan tidak melakukan apa yang seharusnya dilakukan.
c) Masa intelektual (Masa keserasian bersekolah) dari kira-kira umur 7 tahun sampai kira-kira umur 13 tahun atau 14 tahun
Setelah anak melewati masa kegoncangan yang pertama, maka proses sosialisasinya telah berlangsung dengan lebih efektif sehingga menjadi matang untuk dididik daripada masa sebelum dan sesudahnya.
d) Masa sosial kira-kira umur 13 tahun atau 14 tahun sampai kira-kira umur 20 tahun atau 21 tahun, yaitu terdiri dari masa pra remaja, masa remaja, dan masa usia mahasiswa.
Pada masa vital ini individu menggunakan fungsi-fungsi biologis untuk menemukan berbagai hal dalam dunianya.
b) Masa estetik dari umur kira-kira 2 tahun sampai kira-kira 7 tahun
Masa ini dianggap sebagai masa pertumbuhan rasa keindahan. Sebenarnya kata estetik diartikan bahwa pada masa ini pertumbuhan anak yang terutama adalah fungsi pancaindera. Pada masa ini pula tampak munculnya gejala kenakalan yang umumnya terjadi antara umur 3 tahun sampai 5 tahun. Anak sering menentang kehendak orang tua, kadang-kadang menggunakan kata-kata kasar, dengan sengaja melanggar apa yang dilarang dan tidak melakukan apa yang seharusnya dilakukan.
c) Masa intelektual (Masa keserasian bersekolah) dari kira-kira umur 7 tahun sampai kira-kira umur 13 tahun atau 14 tahun
Setelah anak melewati masa kegoncangan yang pertama, maka proses sosialisasinya telah berlangsung dengan lebih efektif sehingga menjadi matang untuk dididik daripada masa sebelum dan sesudahnya.
d) Masa sosial kira-kira umur 13 tahun atau 14 tahun sampai kira-kira umur 20 tahun atau 21 tahun, yaitu terdiri dari masa pra remaja, masa remaja, dan masa usia mahasiswa.
C. 1. Faktor Genetik (Keturunan)
Faktor ini merupakan factor utama yang dimiliki oleh seorang manusia dalam awal pertumbuhannya. Faktor ini sangat berpengaruh dalam proses pertumbuhannya dari bayi sampai dewasa. Biasanya factor genetic ini susah untuk diubah, karena sudah terbentuk dan melekat pada si manusia sejak mereka lahir. Contoh factor-faktor genetic manusia ; postur tubuh, warna rambut, warna kulit, sifat, tempramen dan lain-lain.
2. Faktor Lingkungan
Faktor ini merupakan factor utama yang dimiliki oleh seorang manusia dalam awal pertumbuhannya. Faktor ini sangat berpengaruh dalam proses pertumbuhannya dari bayi sampai dewasa. Biasanya factor genetic ini susah untuk diubah, karena sudah terbentuk dan melekat pada si manusia sejak mereka lahir. Contoh factor-faktor genetic manusia ; postur tubuh, warna rambut, warna kulit, sifat, tempramen dan lain-lain.
2. Faktor Lingkungan
Factor lingkungan merupakan cara pembelajaran para manusia
dalam pembangunan karakter secara alamiah dengan kata lain proses belajarnya
secara otomatis. Maka dengan itu lingkungan berpengaruh dalam pembangunan sifat
dan karakter mereka.
Sedangkan faktor pertumbuhan organisme pada manusia, diantaranya yaitu:
1. Faktor sebelum lahir
Misalnya peristiwa kekurangan nutrisi pada ibu dan janin, janin terkena virus, keracunan sewaktu bayi ada dalam kandungan, terkena infeksi oleh bakteri virus dan lain-lain
2. Faktor ketika lahir
Antara lain : pendaran pada bagian kepala bayi yang disebabkanoleh tekanan dari dinding rahim ibu sewaktu ia dilahirkan.
3. Faktor sesudah lahir
Antar lain: pengalaman traumatik pada kepala, kepala bagian dalam terluka, kepala terpukul atau mengalami serangan sinar matahari.
4. Faktor psikologis
Misalnya bayi yang ditinggal ibu, ayah atau kedua orangtuanya. Sebab lain ialah dibesarkan didalam institusional sehingga kurang mendapat perawatan jasmaniah dan cinta kasih. Anak-anak tersebut kemungkinan besar mengalami kehampaan jiwa, sehingga mengakibatkan kelambatan pertumbuhan fungsi jasmani dan rohani terutama perkembangan inteligensi dan emosi.
Sedangkan faktor pertumbuhan organisme pada manusia, diantaranya yaitu:
1. Faktor sebelum lahir
Misalnya peristiwa kekurangan nutrisi pada ibu dan janin, janin terkena virus, keracunan sewaktu bayi ada dalam kandungan, terkena infeksi oleh bakteri virus dan lain-lain
2. Faktor ketika lahir
Antara lain : pendaran pada bagian kepala bayi yang disebabkanoleh tekanan dari dinding rahim ibu sewaktu ia dilahirkan.
3. Faktor sesudah lahir
Antar lain: pengalaman traumatik pada kepala, kepala bagian dalam terluka, kepala terpukul atau mengalami serangan sinar matahari.
4. Faktor psikologis
Misalnya bayi yang ditinggal ibu, ayah atau kedua orangtuanya. Sebab lain ialah dibesarkan didalam institusional sehingga kurang mendapat perawatan jasmaniah dan cinta kasih. Anak-anak tersebut kemungkinan besar mengalami kehampaan jiwa, sehingga mengakibatkan kelambatan pertumbuhan fungsi jasmani dan rohani terutama perkembangan inteligensi dan emosi.
2. Fungsi Keluaraga
A. Definisi Keluarga adalah kumpulan dua orang atau lebih
yang hidup bersama dengan keterikatan aturan, emosional dan individu mempunyai
peran masing-masing yang merupakan bagian dari keluarga (Friedman, 1998).
B. Fungsi-fungsi keluarga
Fungsi keluarga menurut Friedman 1998 (dalam Setiawati &
Santun, 2008) adalah :
a) Fungsi Afektif
Fungsi afektif adalah fungsi internal keluarga sebagai dasar kekuatan keluarga. Didalamnya terkait dengan saling mengasihi, saling mendukung dan saling menghargai antar anggota kelurga.
b) Fungsi Sosialisasi
Fungsi sosialisasi adalah fungsi yang mengembangkan proses interaksi dalam keluarga. Sosialisasi dimulai sejak lahir dan keluarga merupakan tempat individu untuk belajar bersosialisasi
c) Fungsi Reproduksi
Fungsi reproduksi adalah fungsi keluarga untuk meneruskan kelangsungan keturunan dan menambah sumber daya manusia.
d) Fungsi Ekomomi
Fungsi ekonomi adalah fungsi keluarga untuk memenuhi kebutuhan seluruh anggota keluarganya yaitu : sandang, pangan dan papan.
e) Fungsi Perawatan Kesehatan
Fungsi perawatan kesehatan adalah fungsi keluarga untuk mencegah terjadinya masalah kesehatan dan merawat anggota keluarga yang mengalami masalah kesehatan.
a) Fungsi Afektif
Fungsi afektif adalah fungsi internal keluarga sebagai dasar kekuatan keluarga. Didalamnya terkait dengan saling mengasihi, saling mendukung dan saling menghargai antar anggota kelurga.
b) Fungsi Sosialisasi
Fungsi sosialisasi adalah fungsi yang mengembangkan proses interaksi dalam keluarga. Sosialisasi dimulai sejak lahir dan keluarga merupakan tempat individu untuk belajar bersosialisasi
c) Fungsi Reproduksi
Fungsi reproduksi adalah fungsi keluarga untuk meneruskan kelangsungan keturunan dan menambah sumber daya manusia.
d) Fungsi Ekomomi
Fungsi ekonomi adalah fungsi keluarga untuk memenuhi kebutuhan seluruh anggota keluarganya yaitu : sandang, pangan dan papan.
e) Fungsi Perawatan Kesehatan
Fungsi perawatan kesehatan adalah fungsi keluarga untuk mencegah terjadinya masalah kesehatan dan merawat anggota keluarga yang mengalami masalah kesehatan.
3. Individu adalah Individu berasal dari kata
latin, “individuum” yang artinya tak terbagi. Kata individu
merupakan sebutan yang dapat untuk menyatakan suatu kesatuan yang paling kecil
dan terbatas. Kata individu bukan berarti manusia sebagai keseluruhan yang tak
dapat dibagi melainkan sebagai kesatuan yang terbatas yaitu sebagai manusia
perseorangan, demikian pendapat Dr. A. Lysen.
Keluarga adalah kumpulan dua orang atau lebih yang
hidup bersama dengan keterikatan aturan, emosional dan individu mempunyai peran
masing-masing yang merupakan bagian dari keluarga (Friedman, 1998).
Masyarakat (sebagai terjemahan istilah society)
adalah sekelompok orang
yang membentuk sebuah sistem semi tertutup (atau semi terbuka), dimana sebagian
besar interaksi adalah antara individu-individu yang berada dalam kelompok
tersebut.
4. Hubungan antara individu,keluarga dan masyarakat adalah
individu adalah suatu sistem terkecil yang dibentuk suatu karakternya didalam
sbuah keluarga karna keluarga adalah kumpulan individu individu yang mempunyai
kedekatan emosional yang sangat tinggi setelah di bentuk karakternya didalam
keluarga individu siap bersaing dan berinteraksi didalam kelompok yang lebih
besar yang disebut dengan masyarakat.
sumber:
wikipedia.org/wiki/Masyarakat
wikipedia.com
kamus besar bahasa indonesia
Rabu, 09 Oktober 2013
Tugas2 Ilmu Sosial Dasar
1.jelaskan definisi tentang penduduk,masyarakat dan kebudayaan?
2.jelaskan faktor-faktor yang mempengaruhi pertumbuhan penduduk?
3.jelaskan unsur-unsur masyarakat?
4.jelaskan 7 unsur kebudayaan menurut koentjaningrat?
5.jelaskan hubungan atau keterikatan antara penduduk masyarakat dan kebudayaan?
Jawab :
1. Penduduk : Penduduk adalah orang-orang yang berada di dalam suatuwilayah yang terikat oleh aturan-aturan yang berlaku dan salingberinteraksi satu sama lain secara terus menerus / kontinu.
Masyarakat : adalah sekelompok orang yang membentuk sebuah sistem semi tertutup (atau semi terbuka), dimana sebagian besar interaksi adalah antara individu-individu yang berada dalam kelompok tersebut.
Kebudayaan : suatu cara hidup yang berkembang dan dimiliki bersama oleh sebuah kelompok orang dan diwariskan dari generasi ke generasi.
2. Pada zaman seperti saat ini yang sudah berkembang, terdapat beberapa macam faktor yang mempengaruhi pertumbuhan penduduk. Faktor-faktor tersebut seperti jumlah angka kematian dan kelahiran, serta pertumbuhan kemajuan IPTEK saat ini.
3. Unsur-unsur masyarakat seperti :
Beranggotakan minimal dua orang.
Anggotanya sadar sebagai satu kesatuan.
Berhubungan dalam waktu yang cukup lama yang menghasilkan manusia baru yang saling berkomunikasi dan membuat aturan-aturan hubungan antar anggota masyarakat.
Menjadi sistem hidup bersama yang menimbulkan kebudayaan serta keterkaitan satu sama lain sebagai anggota masyarakat.
4. Koentjaraningrat mengemukakan bahwa ada tujuh unsur kebudayaan yaitu bahasa, kesenian, sistem religi, sistem teknologi, sistem mata pencaharian, organisasi sosial, dan sistem ilmu pengetahuan. Ketujuh unsur kebudayaan ini disebut Koentjaraningrat sebagai unsur kebudayaan universal karena selalu ada pada setiap masyarakat.
5. Penduduk, masyarakat, dan budaya mempunyai peran yang sangat berkaitan. Sebuah kebudayaan dapat menggambarkan kehidupan suatu masyarakat, serta masyarakat tersebut terdiri dari berbagaimacam penduduk dalam suatu tempat tersebut.
sumber:
http://dirarahimsyah.blogspot.com/2013/03/koentjaraningrat-3-wujud-dalam-7-unsur.html
http://alisarjuni.blogspot.com/2013/05/unsur-unsur-masyarakat.html
http://id.wikipedia.org/wiki/Masyarakat
http://www.scribd.com/doc/91037202/Pengertian-Penduduk
sumber:
2.jelaskan faktor-faktor yang mempengaruhi pertumbuhan penduduk?
3.jelaskan unsur-unsur masyarakat?
4.jelaskan 7 unsur kebudayaan menurut koentjaningrat?
5.jelaskan hubungan atau keterikatan antara penduduk masyarakat dan kebudayaan?
Jawab :
1. Penduduk : Penduduk adalah orang-orang yang berada di dalam suatuwilayah yang terikat oleh aturan-aturan yang berlaku dan salingberinteraksi satu sama lain secara terus menerus / kontinu.
Masyarakat : adalah sekelompok orang yang membentuk sebuah sistem semi tertutup (atau semi terbuka), dimana sebagian besar interaksi adalah antara individu-individu yang berada dalam kelompok tersebut.
Kebudayaan : suatu cara hidup yang berkembang dan dimiliki bersama oleh sebuah kelompok orang dan diwariskan dari generasi ke generasi.
2. Pada zaman seperti saat ini yang sudah berkembang, terdapat beberapa macam faktor yang mempengaruhi pertumbuhan penduduk. Faktor-faktor tersebut seperti jumlah angka kematian dan kelahiran, serta pertumbuhan kemajuan IPTEK saat ini.
3. Unsur-unsur masyarakat seperti :
Beranggotakan minimal dua orang.
Anggotanya sadar sebagai satu kesatuan.
Berhubungan dalam waktu yang cukup lama yang menghasilkan manusia baru yang saling berkomunikasi dan membuat aturan-aturan hubungan antar anggota masyarakat.
Menjadi sistem hidup bersama yang menimbulkan kebudayaan serta keterkaitan satu sama lain sebagai anggota masyarakat.
4. Koentjaraningrat mengemukakan bahwa ada tujuh unsur kebudayaan yaitu bahasa, kesenian, sistem religi, sistem teknologi, sistem mata pencaharian, organisasi sosial, dan sistem ilmu pengetahuan. Ketujuh unsur kebudayaan ini disebut Koentjaraningrat sebagai unsur kebudayaan universal karena selalu ada pada setiap masyarakat.
5. Penduduk, masyarakat, dan budaya mempunyai peran yang sangat berkaitan. Sebuah kebudayaan dapat menggambarkan kehidupan suatu masyarakat, serta masyarakat tersebut terdiri dari berbagaimacam penduduk dalam suatu tempat tersebut.
sumber:
http://dirarahimsyah.blogspot.com/2013/03/koentjaraningrat-3-wujud-dalam-7-unsur.html
http://alisarjuni.blogspot.com/2013/05/unsur-unsur-masyarakat.html
http://id.wikipedia.org/wiki/Masyarakat
http://www.scribd.com/doc/91037202/Pengertian-Penduduk
sumber:
Senin, 30 September 2013
Kemiskinan di Negara Ini
Pendahuluan
Kemiskinanan menurut kamus besar bahasa Indonesia adalah situasi penduduk atau sebagian penduduk yang hanya dapat memenuhi makanan, pakaian, dan perumahan yang sangat diperlukan untuk mempertahankan tingkat kehidupan yang minimum.
Kemiskinan juga dapat diartkan keadaan dimana terjadi ketidakmampuan untuk memenuhi kebutuhan dasar seperti makanan , pakaian , tempat berlindung, pendidikan, dan kesehatan. Kemiskinan dapat disebabkan oleh kelangkaan alat pemenuh kebutuhan dasar, ataupun sulitnya akses terhadap pendidikan dan pekerjaan.
Kemiskinan dipahami dalam berbagai cara. Pemahaman utamanya mencakup:
Pembahasan
Indonesia merupakn negara berkembang yang terletak di benua Asia namun tak bisa kita pungkiri bahwa sebagian penduduk di Indonesia masih hidup jauh dari kata memadai. Kemiskinaan di Negara yang kita cintai ini bukan hanya terdapat di pedesaan atau kota-kota kecil saja namun di berbagai kota besar pun penduduk kita masih ada yang hidup dengang keterbatasan.
Kemiskinan terjadi karena kemampuan masyarakat pelaku ekonomi tidak sama, sehingga terdapat masyarakat yang tidak dapat ikut serta dalam proses pembangunan atau menikmati hasil-hasil pembangunan.
Faktor-faktor mendasar yang menyebabkan kemiskinan diantaranya: SDM, SDA, Sistem, dan juga tidak terlepas dari sosok pemimpin, sehingga dimensi tersebut sangat berkaitan antara satu dengan yang lainnya.
Harus kita akui kemiskinan menjadi maslah yang tak kunjung usai untuk bangsa ini. Kemiskinan telah membuat jutaan anak-anak tidak bisa mengenyam pendidikan yang berkualitas, kesulitan membiayai kesehatan, kurangnya tabungan dan tidak adanya investasi, kurangnya akses ke pelayanan publik, kurangnya lapangan pekerjaan, kurangnya jaminan sosial dan perlindungan terhadap keluarga, menguatnya arus perpindahan dari desa ke kota dengan tujuan memperbaiki kehidupan, dan yang lebih parah, kemiskinan menyebabkan jutaan rakyat memenuhi kebutuhan pangan, sandang dan papan secara terbatas.
Beberapa faktor yang menyebabkan timbulnya kemiskinan menurut Hartomo dan Aziz dalam Dadan Hudyana (2009:28-29) yaitu :
Sumber:
http://sarulmardianto.wordpress.com/kemiskinan-di-indonesia/
http://id.wikipedia.org/wiki/Kemiskinan
kamus besar bahasa indonesia edisi ketiga
Pendahuluan
Kemiskinanan menurut kamus besar bahasa Indonesia adalah situasi penduduk atau sebagian penduduk yang hanya dapat memenuhi makanan, pakaian, dan perumahan yang sangat diperlukan untuk mempertahankan tingkat kehidupan yang minimum.
Kemiskinan juga dapat diartkan keadaan dimana terjadi ketidakmampuan untuk memenuhi kebutuhan dasar seperti makanan , pakaian , tempat berlindung, pendidikan, dan kesehatan. Kemiskinan dapat disebabkan oleh kelangkaan alat pemenuh kebutuhan dasar, ataupun sulitnya akses terhadap pendidikan dan pekerjaan.
Kemiskinan dipahami dalam berbagai cara. Pemahaman utamanya mencakup:
- Gambaran kekurangan materi, yang biasanya mencakup kebutuhan pangan sehari-hari, sandang, perumahan, dan pelayanan kesehatan. Kemiskinan dalam arti ini dipsdfgeggahami sebagai situasi kelangkaan barang-barang dan pelayanan dasar.
- Gambaran tentang kebutuhan sosial, termasuk keterkucilkan sosial, ketergantungan, dan ketidakmampuan untuk berpartisipasi dalam masyarakat. Hal ini termasuk pendidikan dan informasi. Keterkucilan sosial biasanya dibedakan dari kemiskinan, karena hal ini mencakup masalah-masalah politik dan moral, dan tidak dibatasi pada bidang ekonomi.
- Gambaran tentang kurangnya penghasilan dan kekayaan yang memadai.
Pembahasan
Indonesia merupakn negara berkembang yang terletak di benua Asia namun tak bisa kita pungkiri bahwa sebagian penduduk di Indonesia masih hidup jauh dari kata memadai. Kemiskinaan di Negara yang kita cintai ini bukan hanya terdapat di pedesaan atau kota-kota kecil saja namun di berbagai kota besar pun penduduk kita masih ada yang hidup dengang keterbatasan.
Kemiskinan terjadi karena kemampuan masyarakat pelaku ekonomi tidak sama, sehingga terdapat masyarakat yang tidak dapat ikut serta dalam proses pembangunan atau menikmati hasil-hasil pembangunan.
Faktor-faktor mendasar yang menyebabkan kemiskinan diantaranya: SDM, SDA, Sistem, dan juga tidak terlepas dari sosok pemimpin, sehingga dimensi tersebut sangat berkaitan antara satu dengan yang lainnya.
Harus kita akui kemiskinan menjadi maslah yang tak kunjung usai untuk bangsa ini. Kemiskinan telah membuat jutaan anak-anak tidak bisa mengenyam pendidikan yang berkualitas, kesulitan membiayai kesehatan, kurangnya tabungan dan tidak adanya investasi, kurangnya akses ke pelayanan publik, kurangnya lapangan pekerjaan, kurangnya jaminan sosial dan perlindungan terhadap keluarga, menguatnya arus perpindahan dari desa ke kota dengan tujuan memperbaiki kehidupan, dan yang lebih parah, kemiskinan menyebabkan jutaan rakyat memenuhi kebutuhan pangan, sandang dan papan secara terbatas.
Beberapa faktor yang menyebabkan timbulnya kemiskinan menurut Hartomo dan Aziz dalam Dadan Hudyana (2009:28-29) yaitu :
1). Pendidikan yang Terlampau Rendah
Tingkat pendidikan yang rendah
menyebabkan seseorang kurang mempunyai keterampilan tertentu yang
diperlukan dalam kehidupannya. Keterbatasan pendidikan atau keterampilan
yang dimiliki seseorang menyebabkan keterbatasan kemampuan seseorang
untuk masuk dalam dunia kerja.
2). Malas Bekerja
Adanya sikap malas (bersikap pasif atau
bersandar pada nasib) menyebabkan seseorang bersikap acuh tak acuh dan
tidak bergairah untuk bekerja.
3). Keterbatasan Sumber Alam
Suatu masyarakat akan dilanda kemiskinan
apabila sumber alamnya tidak lagi memberikan keuntungan bagi kehidupan
mereka. Hal ini sering dikatakan masyarakat itu miskin karena sumberdaya
alamnya miskin.
4). Terbatasnya Lapangan Kerja
Keterbatasan lapangan kerja akan membawa
konsekuensi kemiskinan bagi masyarakat. Secara ideal seseorang harus
mampu menciptakan lapangan kerja baru sedangkan secara faktual hal
tersebut sangat kecil kemungkinanya bagi masyarakat miskin karena
keterbatasan modal dan keterampilan.
5). Keterbatasan Modal
Seseorang miskin sebab mereka tidak
mempunyai modal untuk melengkapi alat maupun bahan dalam rangka
menerapkan keterampilan yang mereka miliki dengan suatu tujuan untuk
memperoleh penghasilan.
6). Beban Keluarga
Seseorang yang mempunyai anggota
keluarga banyak apabila tidak diimbangi dengan usaha peningakatan
pendapatan akan menimbulkan kemiskinan karena semakin banyak anggota
keluarga akan semakin meningkat tuntutan atau beban untuk hidup yang
harus dipenuhi.
Penutup
Pendapat dan saran :
Kemiskinan adalah masalah kompleks yang harus kita hadapi dan atasi secara bersama. Oleh karena itu, upaya pengentasan kemiskinan harus dilakukan secara
komprehensif, mencakup berbagai aspek kehidupan masyarakat, dan
dilaksanakan secara terpadu. Kemiskinan harus menjadi sebuah tujuan
utama dari penyelesaian masalah-masalah yang dihadapi oleh negara
Indonesia, karna aspek dasar yang dapat dijadikan acuan keberhassilan
pembangunan ekonomi adalah teratasinya masalah kemiskinan. Pemerintah
di Indonesia harus terus berjuang untuk memberdayakan dan membina masyarakat miskin untuk
dapat mengelola sumber-sumber ekonomi yang dapat meningkatkan pendapatan
dan taraf hidup masyarakat.Selain itu kita juga harus berusaha untuk menjadi SDM yang unggul agar bisa bersain di dunia modern sekarang kembangkan kemampuan dan kreativitas yang ada dalam diri kita agar bisa memperkecil angka kemiskinan di Negeri yang kita cintai ini.Sumber:
http://sarulmardianto.wordpress.com/kemiskinan-di-indonesia/
http://id.wikipedia.org/wiki/Kemiskinan
kamus besar bahasa indonesia edisi ketiga
Langganan:
Komentar (Atom)